Festival Terkenal di Berbagai Kota di Jepang
Kalau ngomongin Jepang, kebanyakan orang langsung kepikiran Gunung Fuji, sushi, anime, atau Harajuku. Tapi, tunggu dulu, Jepang itu bukan cuma soal Shinkansen dan kimono doang, loh! Di balik kemodernannya, Jepang punya budaya tradisional yang kental banget. Salah satunya ya lewat festival alias matsuri.
Nah, kali ini kita bakal jalan-jalan virtual keliling Jepang buat kenalan sama beberapa festival yang bisa bikin kamu pengen booking tiket besok juga. Siapin cemilan, karena artikel ini bakal panjang—dan seru!
1. Gion Matsuri – Kyoto
Kita mulai dari yang paling legendaris: Gion Matsuri di Kyoto. Festival ini udah ada sejak abad ke-9, bayangin tuh, lebih tua dari nenek moyang kamu! Digelar sepanjang bulan Juli, tapi puncaknya itu sekitar tanggal 17 dan 24 Juli. Jadi jangan asal dateng tanggal 1 terus bingung kenapa cuma liat tukang takoyaki doang.
Apa yang bikin festival ini spesial? Arak-arakan yamahoko, semacam kereta hias super gede yang ditarik orang-orang pakai tenaga kuli asli. Gede beneran, lho. Sampai-sampai dijuluki “moving museum” karena dihias cantik dan penuh sejarah.
Dan kalau kamu tipe yang suka foto-foto estetik buat feed Instagram, malam sebelum parade ada yang namanya yoiyama. Jalanan penuh lampion, yukata di mana-mana, makanan kaki lima, dan vibes-nya Jepang banget.
2. Nebuta Matsuri – Aomori
Geser ke utara, ada Nebuta Matsuri di Aomori. Ini juga nggak kalah seru. Bayangin kamu ngeliat parade raksasa-raksasa kertas yang bentuknya kayak karakter anime zaman dulu, diiringi musik khas dan orang-orang joget pakai kostum tradisional. Unik banget!
Biasanya festival ini digelar awal Agustus, pas musim panas lagi hot-hot-nya. Tapi percaya deh, panasnya Jepang tuh bisa dikalahin sama semangat festival ini. Bahkan kamu bisa ikut parade juga kalau pakai baju tradisional mereka yang disebut haneto. Asal nggak malu joget depan umum ya.
Dan FYI, kalau kamu suka konten cinematic, malam hari di Nebuta itu cocok banget buat bikin video TikTok ala-ala. Lampu-lampu dari patung raksasa itu cakep maksimal!
3. Awa Odori – Tokushima
Ayo kita joget bareng di Awa Odori! Festival ini digelar di Tokushima setiap 12-15 Agustus. Katanya sih, ini adalah salah satu festival tari terbesar di Jepang. Tapi tenang, kamu nggak harus jago nari buat ikut. Slogannya aja “Odoru ahou ni miru ahou, onaji ahou nara odoranya son son!” Artinya kira-kira: “Yang nari bodoh, yang nonton juga bodoh, mending nari sekalian!” Santai banget, kan?
Tarian Awa Odori ini lucu sih, jalannya sambil nunduk, tangan ke atas, dan langkahnya cepet. Tapi asik banget nontonnya. Biasanya dibawakan oleh grup-grup yang disebut “ren”, mereka pakai yukata dan topi khas yang bentuknya kayak daun pisang dibalik (nggak bener juga sih, tapi kira-kira gitu bentuknya).
Pokoknya kalau kamu suka suasana meriah dan suka nari meski skill pas-pasan, festival ini cocok banget.
4. Sapporo Snow Festival – Hokkaido
Yuk kita pindah ke tempat yang beda vibe-nya: salju! Di Sapporo Snow Festival alias Sapporo Yuki Matsuri, kamu bakal nemuin dunia es dan salju kayak di film Frozen. Tapi ini bukan kartun, ini beneran!
Festival ini diadakan di bulan Februari, pas Jepang lagi musim dingin. Lokasinya di Taman Odori, Susukino, dan Tsudome. Bayangin ada patung salju segede rumah, bentuknya karakter anime, kastil, bahkan bangunan terkenal kayak Kuil Angkor Wat atau Star Wars AT-AT! Kreatifnya bukan main.
Dan buat kamu yang hobi minum cokelat panas sambil gaya-gayaan foto pakai jaket bulu palsu, tempat ini surga. Tapi siap-siap juga lawan dinginnya, karena suhu bisa minus banyak banget. Jangan sampe liburan gagal cuma gara-gara nggak tahan cuaca, ya!
5. Tenjin Matsuri – Osaka
Osaka itu kota yang seru, makanan enak, dan orangnya rame-rame. Nah, Tenjin Matsuri itu cerminan semua itu. Festival ini digelar tiap 24-25 Juli, dan katanya sih termasuk tiga festival terbesar di Jepang (bareng Gion dan Kanda Matsuri).
Yang paling keren dari Tenjin Matsuri itu bagian funatogyo, semacam parade perahu di sungai malam hari. Bayangin perahu-perahu hias meluncur di atas sungai, diiringi kembang api meletus di langit. Romantis banget kalo kamu dateng sama gebetan. Tapi kalau dateng sendirian juga nggak apa-apa, kan bisa pura-pura lagi bikin konten buat YouTube.
Buat kamu yang belum pernah ke Osaka, festival ini bisa jadi alasan kuat buat mampir. Selain nonton festival, sekalian makan takoyaki dan okonomiyaki yang legendaris itu, ya kan?
6. Kanda Matsuri – Tokyo
Oke, sekarang kita mampir ke ibukota, Tokyo. Di sini ada Kanda Matsuri, festival besar yang biasanya digelar di bulan Mei (tapi cuma di tahun-tahun ganjil). Kenapa ganjil? Nggak tau juga sih, mungkin biar spesial.
Yang seru di festival ini itu iring-iringan mikoshi, kuil portabel yang dipanggul rame-rame. Nggak cuma satu, tapi bisa sampai ratusan! Bayangin jalanan kota Tokyo yang biasanya dipenuhi salaryman mendadak dipenuhi orang-orang pakai happi (baju festival), bawa kuil mini, dan teriak-teriak semangat.
Kamu juga bisa lihat parade kostum samurai, jadi berasa nonton film jaman Edo live di depan mata. Asli, ini perpaduan antara sejarah dan hiburan.
7. Kishiwada Danjiri Matsuri – Osaka (lagi)
Balik lagi ke Osaka, karena orang Osaka nggak bisa diem. Kishiwada Danjiri Matsuri ini festival balap kereta hias yang digelar tiap September. Tapi bukan balapan mobil F1, ya. Ini kereta hias dari kayu yang ditarik rame-rame sambil ngebut, belok tajam di tikungan, dan bisa bikin deg-degan!
Iya, kamu nggak salah baca. Mereka literally ngebut narik kereta kayu. Dan kadang ada yang jatuh karena saking semangatnya. Jadi nonton festival ini bisa bikin jantung deg-degan kayak nonton film action. Tapi seru banget! Apalagi kalau kamu suka adrenalin, festival ini cocok dijadiin bucket list.
Festival, Yukata, dan Cemilan: Trifecta Bahagia!
Kalau ngomongin festival Jepang, rasanya nggak lengkap tanpa nyebut yukata (versi summer-nya kimono), lampion warna-warni, dan makanan kaki lima yang bikin ngiler. Di semua festival, kamu hampir pasti bakal nemuin takoyaki, yakisoba, kakigori (es serut warna-warni), sampai permainan kayak lempar cincin atau tangkap ikan kecil.
Buat kamu yang suka foto-foto buat konten, festival Jepang itu kayak taman bermain. Apalagi kalau kamu pakai yukata, langsung deh aura "anak Jepang" kamu keluar. Tambah filter dan caption aesthetic, views bisa naik tuh!
Dan nggak cuma soal budaya tradisional, banyak festival juga udah mulai dicampur sama budaya pop. Misalnya parade cosplay, booth anime, atau bahkan penampilan idol lokal. Jadi buat kamu yang fans berat anime, jangan takut bosan—ada banyak hal seru yang bisa kamu nikmati juga.
Akhir Kata: Jepang Penuh Warna dan Cerita
Jadi, dari semua festival di atas, mana yang paling pengen kamu datengin? Atau kamu malah pengen bikin jadwal keliling Jepang khusus buat festival? Boleh juga tuh, dari Januari sampai Desember, tiap bulan ada aja festival menarik.
Mungkin kamu belum bisa langsung ke Jepang sekarang (iya, kita semua tahu tiket pesawat makin mahal), tapi nggak ada salahnya mulai nabung atau cari info buat rencana ke depan. Siapa tahu tahun depan udah bisa nonton Gion Matsuri sambil makan kakigori rasa melon.
Yang penting, tetap semangat, tetap kepo sama budaya luar, dan jangan lupa bawa kamera kalau beneran ke Jepang. Karena festival-festival ini bukan cuma tontonan, tapi pengalaman yang bisa kamu kenang seumur hidup.
Sampai ketemu di artikel selanjutnya. Atau di Jepang, siapa tahu!
